Syahganda: Tak Berani Kritik Malaysia, Bukti SBY Penakut

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 16 Agustus 2010, 14:55 WIB
Syahganda: Tak Berani Kritik Malaysia, Bukti SBY Penakut
RMOL.Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal sikap politik Indonesia dalam hubungan internasional dinilai utopis.

"Itu menunjukkan SBY tidak melihat realitas. Dalam hubungan internasional pasti ada permusuhan dan persaingan. Jadi pidatonya ingin politik bebas aktif dan mencari kawan-kawan kemana-mana tanpa dibarengi keberanian untuk melakukan kritik, itu utopis," ujar pengamat politik Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 16/8).

Hal itu ia katakan terkait dengan tidak beraninya Presiden mengkritik Pemerintahan Malaysia karena penangkapan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) oleh Polisi Diraja Malaysia di perairan Riau.

Mestinya, masih kata Syahganda, SBY memberikan kritik terbuka kepada pemerintahan Malaysia dan melakukan pemutusan hubungan diplomatik. Karena bagaimana mungkin, Polisi Diraja Malaysia bisa seenaknya menangkap pegawai resmi KKP di wilayah Indonesia. Ini menandakan SBY tidak bisa memberi rasa aman kepada warganya.

"Mestinya SBY langsung memerintahkan Menteri Luar Negeri untuk memanggil Dubes Malaysia dan meminta untuk meminta maaf. Bukan malah menyuruh Fadel Muhammad (Menteri KKP) menyelesaikannya," tegasnya.

Pada bagian lain, Syahganda juga menyoroti sikap Presiden SBY soal nuklir Iran. Dia menilai SBY seharusnya berani bersikap seperti Brazil dan Turki yang meminta PBB membentuk tim independen menyelidiki soal nuklir Iran itu. Tapi, sayangnya SBY malah hanya mengikuti Amerika Serikat.

"Kasus-kasus itu menunjukkan SBY ini tidak siap politik yang penuh dengan risiko. Dia bukan hanya safety player, tapi absurd. Kalau safety player, minimal dia berani mengusir dubes Malaysia," tegasnya lagi.[zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA