SBY NGAKU DIANCAM

Muhammadiyah: Tak Baik Bila Kepala Negara Selalu Memelas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 10 Agustus 2010, 09:04 WIB
Muhammadiyah: Tak Baik Bila Kepala Negara Selalu Memelas
RMOL.Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta untuk bisa menampilkan cara-cara yang arif dalam menghadapi sebuah masalah.

"Sebaiknya pemimpina negara itu harus bisa menunjukkan kearifan, tidak dengan cara-cara mencari cari simpati publik, dengan cara memelas," ujar Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Muthi kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 10/8).

Hal itu ia katakan terkait dengan pernyataan SBY yang mengaku dirinya diancam bunuh oleh teroris pada Sabtu lalu.

Menurutnya, pengakuan SBY itu jusrtu akan membuat masyarakat takut. Bahwa keamanan negeri ini tidak terjamin. Selain itu juga, pengakuan SBY itu akan menimbulkan sikap saling curiga di antara sesama anak bangsa. Karena tidak disebutkan dengan jelas siapa yang akan membunuh.

"Sebaiknya begitu tahu akan dibunuh, SBY sebagai kepala negara memiliki kewenangan untuk memerintahkan intelijen dan aparat keamanan untuk menangkapnya. Jadi bukan dengan pernyataan. Apalagi kalau misalnya tidak terbukti," imbuhnya.

Menurut Anda apakah ada kaitan antara pernyataan SBY itu dengan penangkapan Abu Bakar Baasyir dan orang-orang yang diduga teroris lainnya?

"Saya tidak tahu kaitan itu. Yang paling tahu adalah intelijen," jawabnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA