Setiap elemen bangsa memiliki hak yang sama untuk mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri melalui acara 212 dan 412 pada awal bulan Desember yang lalu. Kini semua acara tersebut telah berakhir dengan aman, baik dan damai.
Memang ada yang merasa diperlakukan tidak adil dalam acara yang lalu. Namun kita semua tentunya sadari bahwa keadilan tidak akan didapatkan di dunia ini karena
keadilan yang hakiki hanya akan kita peroleh di akhirat kelak. Biarkan rakyat yang akan menilai dan menganalisis sesuai pemikran mereka masing-masing.
Sekarang, marilah kita memberikan dukungan dan kesempatan kepada Pemerintah dibawah kepemimpinan Bapak Joko Widodo dan Bapak Jusuf Kalla yang legitimated untuk melaksanakan tugas pembangunan secara tuntas dan objektif tanpa diganggu dengan kegaduhan yang tidak perlu demi kepentingan kita semua.
Dari semua permasalahan yang terjadi mungkin masih bisa kita carikan solusinya yaitu melalui
Dialog Nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa (para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Kaum Nasionalis, Kalangan Akademisi, Pemerintah, Legislatif, Judikatif, TNI) untuk saling mendengar dan memahami semua perbedaan pendapat yang ada demi kemajuan Bangsa dan Negara RI.
Kita bisa belajar dari pohon kelapa dimana tiap-tiap bagian memiliki kegunaan masing-masing yang saling mendukung. Demikian pula dengan kesatuan
Sapu Lidi, makin kencang ikatan dari tiap lidi justru akan memperkuat fungsi dan tugasnya untuk membersihkan sesuatu yang kotor.
Masih banyak penderitaan rakyat akibat bencana alam dan dampak dari pembangunan itu sendiri yang membutuhkan kehadiran negara dan Pemerintah yang harus kita bantu dan dukung bersama. Jangan kita biarkan musuh-musuh negara dan pengkhianat bangsa Indonesia bertepuk tangan senang melihat kegaduhan di negara ini.
Sekali lagi marilah kita rapatkan barisan, buang jauh-jauh rasa curiga dan saling tuduh diantara sesama anak bangsa agar kita bisa bersama-sama membangun negara ini menuju kemakmuran & kesejahteraan rakyat Indonesia dalam arti yang sesungguhnya.
Tahun 2016 akan segera berlalu dan tahun 2017 akan datang menjelang bersama
terbitnya matahari pagi yang membawa kehangatan. Semoga dengan Sekapur Sirih ini, Allah SWT senantiasa melindungi rakyat, bangsa dan negara Indonesia tercinta.
Aamiin Ya Robb...
[***]Laksamana (Purn) Tedjo Edhi P.Mantan Menko Polhukam