Acara yang digelar di Pavilioen Raden Saleh, ARTHOTEL Curated, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, itu juga menandai peresmian Roemah Berkarya “X-OFFICE”.
Founder Xplore Indonesia, Anton Firmansyah, mengatakan gerakan tersebut bertujuan membangun kepercayaan terhadap potensi masyarakat Indonesia serta menghidupkan kembali nilai gotong royong, toleransi, dan tenggang rasa.
Menurut Anton, kejayaan bangsa tidak seharusnya bergantung pada sosok tertentu, melainkan dibangun melalui kolaborasi dan kemampuan masyarakat menentukan masa depannya.
Dalam mukadimah buku, Anton menegaskan kekayaan alam saja tidak cukup untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju. Diperlukan pula sumber daya manusia dan talenta yang andal.
Buku yang diterbitkan WR Pustaka tersebut menghimpun pemikiran tokoh nasional dari berbagai bidang, mulai dari hukum, politik, ekonomi, hingga pembangunan keluarga.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat menyoroti pentingnya penegakan konstitusi yang berlandaskan etika, moralitas, gotong royong, dan tenggang rasa.
Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menekankan pentingnya mengawal konstitusi agar menjadi living constitution atau konstitusi yang hidup dalam masyarakat, sekaligus menjaga harmoni nilai keislaman dan keindonesiaan.
Di bidang ekonomi, mantan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengulas penataan kembali Rumah Indonesia, kemandirian ekonomi, pemanfaatan kecerdasan buatan, dan integritas kepemimpinan.
Gagasan pembangunan manusia turut disampaikan Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi dan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji. Keduanya menyoroti pentingnya menjaga nilai kemanusiaan, memperkuat ketahanan keluarga, serta memenuhi kebutuhan gizi anak sejak dalam kandungan demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Antologi ini juga memuat pemikiran Anas Urbaningrum tentang pentingnya menjaga idealisme gerakan serta pandangan CEO Bridge Timor Synergi Ade Reza Hariyadi mengenai etika bisnis yang berkeadilan dan kemitraan inklusif, khususnya dalam hubungan ekonomi Indonesia dan Timor-Leste.
Anton berharap antologi tersebut dapat menjadi referensi bagi generasi muda dalam merumuskan arah pembangunan bangsa.
“Melalui perpaduan suara dari akar rumput hingga pandangan para tokoh nasional, buku tersebut dihadirkan sebagai kompas moral dan intelektual bagi generasi muda dalam mengawal kedaulatan serta kejayaan bangsa ke depan,” ujar Anton.
Buku XPLORE 98 Frequencies of Indonesia diterbitkan WR Pustaka, yang didirikan Wahyuni Refi Setya Bekti. Informasi mengenai buku tersebut dapat diakses melalui situs resmi Xplore Indonesia di xploreindonesia.co.id.
BERITA TERKAIT: