Kelakar tersebut berawal ketika SBY membuka orasi ilmiahnya dengan meminta maaf karena sedang batuk.
Dia sekaligus menegaskan bahwa batuk yang dialaminya bukan disebabkan influenza A, sehingga tidak perlu dikhawatirkan.
"Sebelum saya sampaikan orasi ilmiah, harus saya pastikan bukan orasi politik, saya ingin sampaikan permohonan maaf, excuse coming from me, saya ini agak batuk tapi bukan Influenza A, aman, sehingga dalam sampaikan orasi ini sekali sekali batuk mohon dimaklumi," kata SBY, dikutip dari siaran YouTube FISIP Unpad, Rabu, 14 Oktober 2026.
SBY kemudian menceritakan bahwa batuknya terkadang mengganggu orang-orang di sekitarnya. Bahkan, aktivitas melukis yang kini digelutinya sebagai seniman juga bisa terganggu ketika ia tiba-tiba batuk saat sedang bekerja.
"Kalau saya batuk yang suka terganggu kiri-kanan saya, kalau saya melukis terus tiba-tiba batuk batuk pasti lukisannya rusak itu, tapi aman karena saya seorang seniman sekarang," kata SBY.
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu lantas mengarahkan candaannya kepada Prabowo.
Dengan nada berseloroh, SBY mengingatkan bahwa batuk Presiden bisa menjadi perkara berbeda karena berpotensi memengaruhi sentimen pasar keuangan.
"Kalau yang batuk Pak Prabowo hati-hati, kalau batuknya keras nilai tukar rupiah dan saham bisa jatuh," ujar dia.
Meski disampaikan dalam suasana humor, SBY menutup pernyataannya dengan harapan agar Prabowo senantiasa diberikan kesehatan.
Dia juga mendoakan agar Presiden dapat menjalankan tugas kepemimpinan dengan baik.
"Kita doakan Presiden kita sehat sehingga bisa memimpin negara dengan baik," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: