Sarmuji menilai sikap berlebihan justru dapat menciptakan sekat psikologis antara menteri dan jajaran birokrasi, sehingga berpotensi menghambat penyampaian masukan dan kritik secara terbuka.
"Saya meminta tadi untuk tidak melayani saya secara berlebihan, untuk tidak menghormati saya secara berlebihan. Karena itu akan menciptakan sekat-sekat, akan menciptakan barrier psikologis," kata Sarmuji usai dilantik sebagai Menperin, Jumat 2 Oktober 2026.
Menurutnya, pelayanan yang terlalu kaku atau berlebihan membuat bawahannya merasa segan dan kesulitan menyampaikan saran secara leluasa.
"Orang mau memberikan masukan, memberikan saran, bahkan memberikan kritik menjadi susah karena ada pelayanan yang berlebihan. Kita maunya cair saja," ujarnya.
Oleh karena itu, Sarmuji ingin ekosistem birokrasi di lingkungan Kemenperin menjadi lebih rileks dan cair. Dengan suasana kerja yang terbuka, setiap masukan dapat diterima dan dipertimbangkan secara objektif dalam pengambilan keputusan.
"Semua dari kita memang harus tampil sederhana ya. Semua pejabat publik, apalagi di kalangan birokrat, tentu kita tampil sewajarnya saja," tegas Sarmuji.
"Tidak ada yang perlu berlebihan, baik dalam tampilan maupun dalam tata cara kita bersikap," imbuhnya.
BERITA TERKAIT: