Eks Deputi Gubernur BI Juda Agung Merapat ke Istana Jelang Reshuffle Kabinet

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Kamis, 05 Februari 2026, 15:32 WIB
Eks Deputi Gubernur BI Juda Agung Merapat ke Istana Jelang Reshuffle Kabinet
Eks Deputi Gubernur BI Juda Agung di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026 (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)
rmol news logo Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung tampak hadir ke Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026. 

Kedatangan Juda ke Istana kian menguatkan kabar bahwa Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle kabinet terbatas pada hari ini.

Reshuffle tersebut disebut-sebut untuk mengisi kekosongan posisi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) yang sebelumnya dijabat Thomas Djiwandono. 

Thomas kini telah resmi ditunjuk sebagai Deputi Gubernur BI, menggantikan Juda Agung yang dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya.

Sebelumnya, nama Juda Agung memang santer disebut sebagai kandidat kuat Wamenkeu. Bahkan, beredar kabar bahwa Juda akan bertukar posisi dengan Thomas Djiwandono dalam rangka pengisian jabatan strategis di sektor keuangan.

Berdasarkan pantauan RMOL di lokasi, Juda tiba di Kompleks Istana Merdeka sekitar pukul 15.20 WIB. Ia tampak mengenakan setelan jas lengkap dengan dasi berwarna biru, khas busana pelantikan pejabat negara. 

Juda hanya menyapa awak media singkat tanpa memberikan keterangan, lalu langsung berjalan masuk ke dalam Istana.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membenarkan adanya rencana pelantikan Wakil Menteri Keuangan pada hari ini. 

Namun, ia menegaskan bahwa keputusan final terkait sosok yang akan dilantik masih berada di tangan Presiden.

“Rencananya ada. Tapi sampai tadi malam belum diputuskan. Jadi, kalau misalnya ada kemungkinan, hanya menambah atau mengisi jabatan yang ditinggalkan Bapak Thomas Djiwandono yang sekarang bertugas sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia,” ujar Prasetyo di Gedung Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Februari 2026.

Prasetyo juga memastikan pelantikan kali ini tidak disertai perombakan jabatan lain di kabinet. 

“Sekali lagi, kalau makna reshuffle adalah mengisi kekosongan karena pemindahan penugasan, iya itu bisa dimaknai reshuffle. Tapi selain itu, belum ada rencana pergantian,” tegas Prasetyo.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA