Perang Rusia dan Ukraina Harus Jadi Wake-up Call Bagi Indonesia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/raiza-andini-1'>RAIZA ANDINI</a>
LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Minggu, 27 Februari 2022, 20:09 WIB
Perang Rusia dan Ukraina Harus Jadi <i>Wake-up Call</i> Bagi Indonesia
Bendera Rusia dan Ukraina/Net
rmol news logo Perang Rusia dan Ukraina harus menjadi wake-up call atau pengingat untuk Indonesia, khususnya agar benar-benar mampu menjalankan kerja diplomasi dan komunikasi politik publik di kawasan secara optimal.
 
Begitu tegas pengamat ekonomi dari Universitas Paramadina A. Chairul Umam dalam merespon perang antara Rusia dan Ukraina, Minggu (27/2).
 
“Jangan sampai Asia Tenggara, khususnya Indonesia, menjadi ajang medan pertempuran dan adu pelanduk di antara dua kekuatan besar di Kawasan,” tegas Chairul Umam.
 
Menurutnya, perlu ada komitmen semua negara di kawasan, untuk menghadirkan kerja-kerja diplomasi dan komunikasi politik yang jujur, transparan, dan akuntabel.
 
Begitupun proses diplomasi dan komunikasi politik publik harus benar-benar diletakkan dalam koritor relasi bilateral maupun multilateral yang kontruktif dan tidak bias kepentingan.

Selain itu, kata Chairul Umam, upaya penguatan terhadap sistem demokrasi yang menghadirkan model checking and balancing benar-benar harus terus dijalankan secara simultan, agar output kepemimpinan politik tidak dibelokkan oleh ego kekuasaan.

“Di sinilah, teori perdamaian demokrasi (democratic peace theory) yang meyakini bahwa perdamaian kawasan akan lebih mudah dicapai ketika masing-masing negara menjalankan sistem demokrasi yang sehat dan transparan, akan kembali menemukan justifikasi dan relevansinya dalam konteks teori maupun praktik hubungan internasional,” tutupnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA