Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan PEN Raden Pardede menegaskan, pemerintah tengah berupaya agar Indonesia tidak minus di kuartal III tahun ini. Dia pun mengakui banyak ekonom dan pengamat yang berspekulasi resesi terkait keadaan ekonomi saat ini.
"Kalau ada yang berpendapat kita akan resesi itu sah-sah saja karena mereka melihat dari tren global. Tapi saat ini komite berjuang agar jangan sampai kuartal III pertumbuhan ekonomi kita minus lagi," kata Raden Pardede dalam keterangannya, Selasa (11/8).
Untuk mencegah itu, lanjutnya, komite membuat langkah agar perekonomian tetap berjalan dan menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai program bantuan sosial dan stimulus ekonomi.
"Untuk masyarakat kita berikan bantuan sosial yang kita perpanjang sampai bulan Desember, dari yang tadinya hanya tiga bulan dan ini merupakan sejarah dimana bantuan diberikan sepanjang ini," ujarnya.
Raden Pardede menjelaskan, sektor utama yang menjadi perhatian adalah UMKM. Menurutnya, krisis karena pandemik Covid-19 berbeda dengan krisis 1998 di mana saat itu yang terkena imbas adalah sektor keuangan yang menyasar pada kelompok konglomerasi, tapi di sektor UMKM masih bisa berjalan dengan baik.
"Maka dari itu kita siapkan langkah untuk UMKM ini berupa bantuan uang tunai dan perluasan KUR yang menyasar pada ibu-ibu dan korban PHK," imbuhnya.
Selain bantuan akses keuangan, kata dia, komite juga menyiapkan UMKM agar bertransformasi digital. Saat ini dan ke depan transaksi ekonomi melalui basis digital akan tetap mendominasi dibanding offline.
"Karena Covid-19 ini ada perubahan perilaku dari transaksi yang biasa dilakukan
offline menjadi
online dan bahkan sampai Covid-19 ini selesai
online akan tetap mendominasi," katanya.
"Oleh karena itu, kita harus siapkan mereka, harus ada penataan kepada UMKM mulai dari kita latih agar terupgrade skill di bidang digital lalu bagaimana cara memasarkan melalui online dan lainnya," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: