Anggota Komisi IX DPR, Intan Fauzi menyebutkan, dukungan tersebut juga akan diberikan dalam proses uji klinis vaksin Covid-19 yang baru saja didatangkan dari China.
"Setiap kebijakan pemerintah yang pro rakyat, melalui mekanisme di DPR pasti didukung, karena sejatinya APBN adalah kesepakatan politik anggaran rakyat. Demikian juga dengan uji klinis vaksin Covid-19. ujar Intan Fauzi dalam keterangannya, Sabtu (25/7).
Saat ini, kata Intan, masyarakat berharap besar dengan kabar yang disampaikan pemerintah bahwa vaksin Covid-19 akan segera tersedia.
"Kemarin pemerintah secara resmi mengumumkan adanya kerjasama Bio Farma dengan Perusahaan Farmasi Sinovac Tech dari Cina, untuk melakukan uji klinis fase ketiga di Indonesia," katanya.
Politisi PAN ini menyebutkan, vaksin tersebut jangan lantas menjadi kontroversi dari banyaknya kritik beberapa pihak. Walaupun masih tahap uji klinis, tetapi hal tersebut tidak hanya dilakukan di Indonesia.
"Uji klinis Sinovac ini tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga dibeberapa negara lain seperti Brazil dan Bangladesh. Jadi sifat uji klinisnya
multi centred dan hasilnya harus secara menyeluruh dievaluasi untuk memastikan efikasinya sesuai rekomendasi WHO yaitu di atas 70-80 persen," urainya.
Intan juga berharap, selain melakukan uji klinis vaksi dari Sinovac. Pemerintah juga perlu mendorong pengembangan produksi vaksi dalam negeri.
"Produksi vaksi dari anak bangsa juga perlu didorong dan dikembangkan, apalagi Indonesia memiliki perusahaan farmasi plat merah Bio Farma yang terpercaya," ujarnya.
Soal anggaran, Intan memsatikan DPR RI akan memberikan dukungan selama tetap mengacu pada tatanan perundang-undangan dan kondisi fiskal nasional.
Intinya, berapapun besaran anggaran yang yang dibutuhkan pasti didukung, sepanjang mengacu ketentuan perundangan yang ada dan kebijakan fiskal yang dialokasikan untuk belanja yang lebih produktif dan prioritas," pungkasnya.