Ketiga WNI itu bekerja sebagai awak di kapal ikan berbendera Senegal.
“KBRI kita yang ada di Abuja telah berkomunikasi dengan Pemerintah Gabon. Tapi hingga saat ini kita belum menerima informasi terkait kejadian tersebut,†kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha, saat telekonferensi bersama media, Rabu (6/5).
Peristiwa penculikan itu terjadi pada 3 Mei lalu. Sejumlah perompak menjarah kapal pencari ikan berbendera Senegal di perairan Libreville.
“Kami masih menunggu konfirmasi resmi dari otoritas Gabon terkait kejadian tersebut,†ujarnya.
Sumber pemerintah Gabon menuturkan, perompak menculik enam orang dari dua kapal. Selain tiga orang WNI, dua orang warga Korea Selatan dan seorang warga Senegal turut diculik dalam insiden ini.
Sejak awal 2019, telah terjadi dua aksi perompakan di lepas pantai Gabon. Pada Desember 2019, kelompok perompak menyerang beberapa kapal di perairan dekat Libreville.
Mereka menculik empat awak kapal asal China dan membunuh seorang kapten kapal asal Gabon.
BERITA TERKAIT: