Dalam proses pendaftarannya, setiap bacalon dipungut biaya sebesar Rp 20 juta. Rinciannya, biaya pengambilan formulir sebesar Rp 10 juta dan pengembalian formulir Rp 10 juta.
Anggota desk Pilkada PPP Blora, Misbah Munir mengatakan, uang Rp 20 juta tersebut bukan mahar. Namun, akan digunakan untuk survei internal Partai.
"Uang itu nantinya akan kita gunakan untuk survei bacalon. Itu wajib untuk semua bacalon yang daftar. Tapi itu bukan mahar ya," tegas Misbah usai menerima Bacalon pendaftaran.
Misbah mengaku, uang pengambilan dan pengembalian formulir itu hanya berlaku bagi bacalon dari eksternal.
"Iya itu untuk eksternal, di luar kader. Untuk kader sendiri tidak wajib," ujarnya, dikutip
Kantor Berita RMOLJateng.Sementara itu, memasuki hari kedua pendaftaran, sudah ada 4 nama yang resmi mendaftar. Satu orang sebagai bacalon Bupati atas nama Abdullah Aminudin, dan tiga wakil bupati, masing-masing, Jariman, Achlif Nugroho Widi Utomo, dan Dony Kurniawan. Ketiganya merupakan kader PPP Blora.
Abdullah Aminudin yang merupakan kader PKB merupakan bacalon yang pertama mengambil formulir. Aminudin mengambil berkas pendaftaran dengan diwakilkan oleh dua orang kepercayaannya, yakni Salaudin dan Aminuddin.
Melalui perwakilannya, Aminudin mengaku tidak mempermasalahkan adanya uang pendaftaran dan pengembalian berkas sebesar Rp 20 juta.
"Ngak apa-apa Mas. Setiap partai pasti punya kebijakan internal masing-masing. Tadi saya juga langsung serahkan Rp 10 juta kepada panitia, saat pengambilan berkas pendaftaran," ucap Salaudin.