"Saya rasa kemenangan Jokowi-Ma'ruf di Sumsel adalah niscaya," kata Sekretaris Tim Kampanye Daerah (TKD) Sumsel, Giri Ramanda Kiemas, Sabtu (24/11).
Dia mengatakan partai pengusung di Sumsel cukup banyak dan memegang kendali, baik di pemerintahan maupun di parlemen. Lalu tokoh-tokoh yang terlibat dalam tim juga bukan tokoh sembarangan, semua punya pengaruh dan konstituen.
TKD Jokmar Sumsel dipimpin mantan gubernur Syahrial Oesman. Sebelumnya, TKD dipimpin oleh mantan gubernur Alex Noerdin. Namun kemudian tongkat komando diserahkan kepada Syahrial, dan Alex menempati posisi ketua dewan penasihat. Sementara gubernur Herman Deru, menduduki posisi ketua dewan pengarah.
Optimisme yang sama atas akan kemenangan pasangan nomor urut 01 juga datang dari aktivis Kelompok Diskusi Demokrasi Sumsel (KoDDeS) Husnul Chotimah. Dia menyampaikan kemenangan Jokmar di Sumsel bukan hanya dimungkinkan karena turun gunungnya kekuatan-kekuatan politik dan tokohnya, namun juga karena telah bergesernya dukungan para ulama.
Ditunjuknya Ma'ruf Amin sebagai cawapres mendampingi Jokowi telah menempatkan ulama di derajat yang luhur. Hal demikian dipandang sebagai penghargaan dan pengakuan bahwa ulama tidak hanya bisa mengajar agama dan membimbing ummat tetapi juga bisa memimpin bangsa.
"Harus diakui, ditunjuknya Kiai Ma'ruf telah menggeser kaum agamawan dari anti menjadi netral bahkan jadi pro. Di Sumsel agamawan masih berpengaruh dan didengar," ujarnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: