SBY Bicara Hoax & Jokowi

Terima Anugerah Prapanca Agung Dari PWI Jatim

Kamis, 30 Maret 2017, 09:09 WIB
SBY Bicara Hoax & Jokowi
Foto/Net
rmol news logo Kemarin, SBY menerima Anugerah Prapanca Agung dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur. Anugerah istimewa ini diberikan kepada SBY selaku putra terbaik dari Jawa Timur.

Tak sembarang orang mendapatkan anugerah ini. Ketua PWI Jatim, Ahmad Munir menjelaskan, gelar itu pantas disematkan kepada SBY, karena Ketum Partai Demokrat itu merupakan tokoh nasional yang berasal di Jatim.

"Kami sengaja mengundang beliau. Kenapa, karena beliau tokoh nasional asal Jawa Timur, putra kelahiran Pacitan," ujar Munir di sela acara Puncak Acara Hari Pers Nasional 2017 dan HUT ke-71 PWI Tingkat Jawa Timur di gedung negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, kemarin.

"Kami memberikan penghargaan kepada putra-putri terbaik. Beliau (SBY) memiliki prestasi dan menjadi tokoh besar, sehingga kami memberikan anugerah terhormat Anugerah Prapanca Agung," tambahnya.

SBY terharu mendapatkan penghargaan tersebut. Seusai prosesi penyerahan Anugrah Prapanca Agung yang dipimpin oleh Ketua Umum PWI Pusat, Margiono, SBY diberi kesempatan menyampaikan pidato dengan tema "Demokrasi dan Pers".

Pidato diawali dengan cerita masa kecil SBY di Pacitan, sebelum kemudian menjadi tentara, menteri, hingga dipercaya menjadi Presiden RI selama 10 tahun.

"Dulu, ketika saya memimpin Indonesia, saya sungguh ingin hadir dan mengayomi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, saya menjelajahi seluruh pelosok Tanah Air untuk memastikan bahwa kehidupan rakyat kita semakin maju dan semakin sejahtera," kata SBY.

Berikutnya, SBY berpesan kepada para pewarta agar tidak memenggal pernyataan yang dilontorkan narasumber sehingga berakibat tidak utuhnya suatu informasi untuk masyarakat.

"Kalau informasi yang ditulis tidak utuh dan menyimpang dari fakta maka akan menjadi hoax," katanya.

Pers dan media, lanjut SBY, adalah pilar demokrasi, penegak kebenaran dan keadilan, serta menyuarakan suara rakyat, mengontrol jalannya pemerintahan sekaligus membantu menyejahterakan rakyat. Karena itu, agar demokrasi makin hidup dan berkualitas, maka pemberitaan pers harus objektif dan faktual, dan bukan hoax.

Intinya, lanjut SBY, pers sebagai salah satu pilar demokrasi punya peran penting dalam membangun peradaban demokrasi di Indonesia.

"Tapi harus diakui, sedikit banyak pers masih punya kepentingan. Entah itu kepentingan politik, atau pemodal," kata dia.

Menariknya, sekalipun hadir berpidato di acara pers, Putra Pacitan itu justru tidak ragu berpesan kepada media agar tidak membanding-bandingkan dirinya dengan Presiden Jokowi.

SBY juga meminta agar media tidak membentur-benturkan dirinya dengan pemerintah dan Presiden Jokowi. SBY mengaku hubungannya dengan pemerintah maupun Presiden Jokowi berjalan baik.

"Jangan bentur-benturkan saya dengan pemerintah dan Presiden Jokowi. Saya sudah bertemu dengan Pak Jokowi, dan berdiskusi tentang negara secara konstruktif," tutupnya. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA