"Padahal, sebelum konflik, Poso merupakan episentrum perkembangan ekonomi dan pembangunan di Sulawesi Tengah," kata tokoh muda Poso, Rizal Calvary Marimbo, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 21/12).
Dulu, katanya, sebanyak 40 persen Pendapatan Asli Daerah Sulawesi Tengah datang dari Kabupaten Poso.
"Sekarang kita termiskin kedua dan masuk daerah tertinggal. Sebab itu, sebaiknya pemerintah pusat benar-benar memahami perasaan rakyat Poso," ungkapnya.
Marimbo mengatakan, penumpasan Santoso dan kawan-kawan terlalu memakan waktu yang lama, hampir satu dekade. Padalahal, dulu pemerintah pusat menumpas DII/TII Kahar Muzakar di Sulawesi tak butuh waktu lebih dari lima tahun dengan peralatan perang yang terbatas.
"Ini kok lama sekali? ujar Marimbo.
[ysa]
BERITA TERKAIT: