Untuk memperkuat peringatannya, Sumarno menyebut tindakan menempel alat peraga kampanye di pohon bisa mengurangi perolehan suara pasangan calon dalam Pilkada Jakarta yang digelar Februari 2017 mendatang.
Menurut dia, tanaman juga mahluk hidup yang bisa berdoa kepada penciptanya untuk memberikan berkah bagi setiap manusia yang menjaga dan melestarikannya. Sebaliknya, tanaman juga bisa memohon kepada Tuhan untuk mengurangi berkah bagi manusia yang tidak mencintainya.
"Tolong disampaikan ke pendukung, jangan sampai kota kita kotor. Jangan tempel di pohon-pohon karena mereka makhluk hidup. Pohon juga berdoa kepada Allah, jadi bisa berpengaruh juga pada suara," ungkap Sumarno dalam pidatonya di acara deklarasi damai Pilkada Jakarta di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu pagi (29/10).
Dia tegaskan bahwa KPU dan Bawaslu sudah mengatur titik-titik di mana alat kampanye bisa diletakkan. Aturan mengenai itu sudah disampaikan kepada masing-masing tim sukses pasangan calon.
Selain mengingatkan soal pemasangan spanduk dan alat peraga, Sumarno juga mengingatkan bahwa acara deklarasi damai dan berintegritas hari ini dilakukan dengan harapan Pilkada Jakarta dapat berjalan baik tanpa ada konflik di Ibu Kota.
"Kita jadikan Pilkada Jakarta indah seperti pelangi di langit. Meski berbeda warna tapi dia (pelangi) indah. Karena pada dasarnya perbedaan itu yang membuat Jakarta indah," pungkas Sumarno.
[ald]
BERITA TERKAIT: