Menurut Dave, waktu kerja Partai Golkar untuk melakukan konsolidasi pemenangan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019 mendatang tinggal 2,5 tahun lagi.
Hal tersebut merupakan tugas dan tangungjawab yang sangat berat bagi Novanto selaku Ketua Umum.
"Saya harapkan Pak Nov bisa bekerja full untuk menaikkan dan memenangkan Partai Golkar di pilkada-pilkada, pileg dan pilpres," ujar Dave saat dihubungi, Minggu (2/10).
Meski demikian, Dave mengaku akan tetap menghormati keputusan yang diambil oleh Novanto untuk tetap ingin merubut kursi DPR RI yang ditinggalkan lantaran tersandung perkara pencatutan nama presiden dan wakil presiden dalam negosiasi saham Freeport (kasus Papa Minta Saham).
"Saya sebagai kader Golkar pasti akan mendukung full apapun sikap yang beliau putuskan. Akan tetapi saya hanya melihat bahwa Pak Nov ini memiliki tugas yang amat berat. Beliau, sekarang telah mendapatkan mandat yang luar biasa untuk memimpin Partai Golkar," ujar anak Agung Laksono ini.
Wacana dikembalikannya posisi Novanto menjadi ketua DPR mencuat setelah Majelis Kehormatan Dewan memulihkan nama baik, harkat dan martabat Novanto dalam kasus "papa minta saham".
Keputusan itu diambil karena alat bukti rekaman elektronik yang digunakan Sudirman Said, Menteri ESDM saat itu, tidak sah secara hukum. Hal itu berdasar pada dikabulkannya uji materi yang diajukan Setya Novanto terkait UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan UU20/2001 tentang Perubahan Atas UU 31/1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) oleh Mahkamah Konstitusi (MK).
[zul]
BERITA TERKAIT: