Pasal 20 menyebutkan orang asing yang telah berjasa kepada negara Republik Indonesia atau dengan alasan kepentingan negara dapat diberi kewarganegaraan Republik Indonesia oleh Presiden setelah memperoleh pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
"Pemain sepakbola saja bisa dinaturalisasi tanpa perlu tinggal lima tahun karena dianggap berprestasi, meski dalam kenyataannya tidak berprestasi. Archandra ini kan prestasinya tidak perlu diragukan," kata tokoh muda Minang, Andre Rosiade dalam keterangan persnya, Jumat (19/8).
Sebut saja beberapa pemain sepakbola yang dinaturalisasi seperti Raphael Maitimo, Sergio Van Dijk, Diego Michiels dan Irfan Bachdim. Itu belum termasuk prestasinya yang digadang-gadang moncer namun justru jeblok dalam mengangkat Tim Nasional PSSI.
Menurut Andre, prestasi Arcandra tidak perlu diragukan lagi. Selama menjabat menteri ESDM dalam waktu 20 hari, putra Minangkabau itu telah melakukan efisiensi pengembangan Blok Masela.
Dalam perhitungannya saat menjabat menteri ESDM, Archandra memangkas investasi yang semula mencapai USD22 miliar menjadi USD15 miliar. Dengan kata lain ada penghematan USD7 miliar atau sekitar Rp 91 triliun.
"Ini belum termasuk perhitungan ulang cost recovery terhadap perusahaan-perusahaan minyak yang bisa menghemat keuangan negara hingga ratusan triliun," jelas Andre.
Archandra, beber Andre, juga mempunyai setidaknya enam hak paten internasional. Presiden direktur Petroneering Houston dan berbagai perusahaan internasional dengan gaji miliaran rupiah pernah dipegangnya.
"Kami masyarakat Minangkabau meminta Presiden Jokowi segera naturalisasi Archandra dan mengangkatnya kembali sebagai menteri ESDM," ujarnya.
Masyarakat Minangkabau, ditambahkan Andre, sejak negara ini belum merdeka hingga kini berkomitmen bersama-sama membangun bangsa Indonesia dalam bingkai NKRI. Dalam kepemimpinan nasional, masyarakat Sumatera Barat senantiasa menyumbangkan putra-putri terbaiknya dari Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Agus Salim hingga Buya Hamka.[
wid]
BERITA TERKAIT: