"Ini dalam rangka menjaga integritas pengurus dan marwah partai," ujar Ketua DPD Golkar DKI Fayakhun Andriadi di kantor DPD, Menteng, Jakarta (Rabu, 17/8).
Dijelaskan Fayakhun, Golkar mempunyai komitmen dalam pemberantasan narkoba. Bentuk komitmen itu harus dimulai dari internal pengurus. Dia tidak akan mentolerir pengurus yang terindikasi positif narkoba.
"Kepada yang tidak yakin, ragu-ragu dipersilahkan untuk tidak mengikuti tes. Karena saya juga tidak ingin mempermalukan orang. Tapi konsekuensinya, tidak lolos untuk jadi pengurus," ujarnya.
Pelaksanaan tes narkoba bekerja sama dengan Polrestro Jakarta Pusat. Setiap pengurus DPD diambil sampel urine sesuai prosedur yang telah ditetapkan kepolisian.
Basri Baco selaku sekretaris DPD Golkar DKI Jakarta menambahkan bahwa dari 99 pengurus dan dewan pembina yang melakukan tes urine adalah 82 orang. Bagi yang belum dan tidak menyerahkan hasil tes narkoba paling lambat Kamis besok (18/8) maka dianggap tidak bersedia menjadi pengurus.
"Semua pengurus wajib mengikuti tanpa terkecuali untuk mengetahui apakah yang bersangkutan bebas narkoba atau tidak. Yang tidak menyerahkan urine, tidak mengikuti tes akan kita coret sebagai pengurus," tegasnya.
[wah]
BERITA TERKAIT: