Mantan wakil ketua MPR RI itu kerap menjabat sterring committe (SC) dalam setiap gelaran Munas Golkar, sehingga tidak diperkenankan berpihak atau menjadi bagian tim sukses calon ketua umum.
"Kepribadian saya adalah netral. Saya sejak Munas 1998 hingga yang terakhir selalu menjadi SC," ujar Hajriyanto di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta (Kamis, 14/4).
Namun, tatkala politisi Golkar Priyo Budi Santoso memutuskan maju sebagai calon ketua umum dalam Munaslub yang akan digelar pertengahan Mei nanti, Hajriyanto akhirnya memilih untuk memberikan dukungannya. Padahal, Hajrianto sebelumnya dikabarkan telah ditunjuk sebagai ketua Komite Etik SC Munaslub Golkar.
Hajriyanto memastikan tidak akan mengambil amanah posisi tersebut dan tetap akan menjadi bagian dari tim sukses Priyo Budi Santoso. Menurutnya, harus ada regenerasi dalam kepanitiaan Munas Golkar. Mengingtat banyak kader muda yang sudah layak menjadi penyelenggara Munas dan bisa menempati posisi SC.
"Saya melihat itu komite yang penting dan strategis, akan tetapi sejak Munaslub 98 saya tidak pernah absen jadi SC. Makanya diperlukan regenerasi, jangan saya seumur-umur jadi SC. Harus ada kaderisasi, banyak anak-anak muda yang bisa menduduki komite etik SC Munas mendatang," urainya.
Hajriyanto menegaskan dirinya tidak layak lagi menjadi ketua Komite Etik SC Munas, karena posisinya kini sebagai ketua Pengarah Tim Sukses Priyo Budi Santoso.
"Kali ini saya tidak lagi jadi SC. Saya ingin memberikan dukungan yang penuh kepada Priyo Budi Santoso," bebernya.
Setidaknya, ada tiga alasan Hajriyanto memilih menjadi bagian dari tim sukses Priyo. Yakni, Priyo dianggapnya sebagai calon ketua umum yang otentik. Artinya, Priyo merupakan calon lama yang pernah juga maju sebagai calon ketua umum Golkar pada Munas Bali lalu. Kedua, Priyo masih relatif muda. Di usianya 50 tahun, Priyo dianggap punya banyak waktu membawa Golkar menghadapi kompetisi politik yang sangat kompetitif. Priyo juga saat ini merupakan full time politicion yang tidak sedang mengemban jabatan apapun.
"Dia tidak punya jabatan apa-apa, alias nganggur secara profesional. PBS tidak jadi anggota DPR, sehingga waktu dia besar dan luas untuk sepenuhnya mengurus partai," kata Hajriyanto.
Terakhir, dia menilai bahwa Priyo merupakan tokoh muda yang relatif bersih atau belum pernah tersangkut kasus korupsi.
"Priyo belum pernah jadi tersangka atau terdakwa, bahkan juga belum pernah jadi saksi dalam suatu kasus. Secara legal formal bersih dari kasus-kasus korupsi," tandas Hajriyanto.
[wah]
BERITA TERKAIT: