Pemerintah, utamanya Kementerian Luar Negeri, perlu menuntut perusahaan konsultan Singapura itu.
"Kalau Pareira tidak benar, tuntut. Minimal kasih somasi segera," ujar Ketua DPP Partai Demokrat Andi Arief dalam akun twitternya, @Andi_Arief.
Mantan Staf Khusus Presiden era SBY ini mengatakan, tudingan Pereira membayar 80 ribu dolar AS kepada perusahaan PR di Los Angeles R&R Partners, Inc bukan tudingan sepele. Pemerintah harus bersikap tegas. (Baca:
Jokowi Harus Pecat Menlu Retno).
"Ini bukan soal Pribadi Jokowi dengan makelar dan Obama. Ini soal harga diri bangsa," kata Andi.
"Soal makelar ini skandal diplomasi bukan skandal jepit, harus diklarifikasi sesegera mungkin. Pemerintah tidak mengakui, tapi Pareira ngaku," sambung Andi.
Jika pengakuan Pareira benar, kata Andi, maka siapa siluman diplomasinya harus dibuktikan.
"Jangan menjadi rumor," ujarnya.
Di lain pihak Andi yakin bocoran informasi jika pertemuan Jokowi dan Obama diatur peloobi oleh akademisi Australia Nasional University (ANU) Dr. Michael Buehler benar adanya.
"Saya belajar ilmu politik di UGM, saya mengerti kredibilitas Michael Buehler. Dia termasuk yang bisa dipercaya," demikian Andi Arif.
[dem]
BERITA TERKAIT: