Gerindra: Pertemuan Jokowi-Obama Diatur Makelar Melukai Martabat Bangsa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Jumat, 06 November 2015, 18:56 WIB
Gerindra: Pertemuan Jokowi-Obama Diatur Makelar Melukai Martabat Bangsa
ahmad riza patria/net
rmol news logo Partai Gerindra mendesak pemerintah segera mengklarifikasi kebenaran isu soal pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Barack Obama beberapa waktu lalu diatur oleh konsultan.

"Dalam konteks hubungan bilateral, pertemuan harusnya diatur secara G to G melalui Kemenlu. Kemenlu harus segera klarifikasi," ujar politikus Partai Gerindra Ahmad Riza Patria kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu (Jumat, 6/11).

‎Riza Patria mempertanyakan kenapa pertemuan antara Jokowi dan Obama diatur oleh konsultan. Menurut dia, s‎angat tidak baik pertemuan dua pemimpin negara diatur oleh 'makelar' asing. Sebagai bangsa yang memegang prinsip politik luar negeri bebas aktif, harusnya konsultan asing tidak terlibat dan tidak dilibatkan.‎

‎"Kalau benar diatur konsultan, â€Žmaka itu melukai martabat dan independensi kita sebagai bangsa yang berdaulat‎," imbuh Riza Patria.

‎Kabar pertemuan Jokowi dan Obama diatur konsultan diungkap akademisi dari Australia National University (ANU), Dr. Michael Buehler.‎ Menurut dia, pertemuan tersebut diatur oleh konsultan Singapura Pereira International PTE LTD dan konsultan PR di Las Vegas, R&R Partners, Inc. Pihak Pereira Internasional menurut Buehler, membayar 80 ribu dolar AS kepada perusahaan R&R Partners, Inc. (Baca: Pertemuan Jokowi dan Obama Diatur Konsultan Singapura?)

‎"Kami berharap informasi ini tidak benar. Sangat tidak baik bila pertemuan pemimpin negara diatur konsultan asing," demikian Riza Patria.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA