Yasonna mengajukan banding atas keputusan PTUN yang membatalkan SK pengesahaan kepengurusan Partai Golkar kubu Munas Ancol, padahal pada saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III di DPR beberapa waktu lalu berjanji tidak akan melakukannya.
"Itulah kenapa Yasonna telah menjilat ludahnya sendiri," kata Bendahara Umum Partai Golkar kubu Ical, Bambang Soesatyo dalam pesan elektronik yang dipancaluaskannya, Rabu (20/5) malam.
Bamoset, demikian ia disapa, mengatakan bau busuk dari sikap Menteri Yasonna sudah tercium sejak awal. Yasonna yang merupakan kader PDIP memanfaatkan kekuasaan yang diberikan negara untuk mengadu domba Partai Golkar. Hal yang sama dilakukan Yasonna terhadap PPP.
"Kami tentu tidak akan tinggal diam. Kami mengingatkan kepada Laoly, bahwa sikapnya menzolimi Partai Golkar akan menjadi luka sejarah yang kami catat dengan tinta darah," tutur Bamsoet.
Menurut dia, Yasonna tidak bermain sendiri di balik kekisruhan Partai Golkar. Yasonna tidak akan berani, dan nyatanya grand skenario agar konflik Golkar terus terpelihara dapat dilihat secara kasat mata. Tujuan yang paling nyata adalah Golkar tidak siap dan tidak bisa ikut pilkada serentak Desember 2015 nanti.
"Kita tahu bahwa presiden telah meminta Laoly untuk tidak melakukan banding. Namun faktanya Laoly banding. Artinya selama tidak ada tindakan dari Presiden, kita menganggap presiden mengamini langkah Laoly," tukas Bamsoet.
[dem]
BERITA TERKAIT: