"Kalau bekerja tidak siap diganti ya tidak usah kerja. Yang namanya bekerja itu kan ada waktunya diangkat ada waktunya diganti, diberhentikan," sebut dia di Istana Negara, Jakarta, Senin malam (4/5) seperti dikabarkan
JPNN.
Nama Sudirman Said semakin gencar diisukan akan diganti setelah adanya kenaikan harga BBM dan harga bahan bakar yang tidak stabil karena mengikuti harga minyak dunia.
Sebelumnya di awal pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, namanya sudah diprotes sejumlah kalangan. Ia disebut-sebut sebagai pembawa kepentingan mafia minyak. Namun itu sudah dibantahnya.
Kini Sudirman Said mengaku menyerahkan nasib sepenuhnya pada presiden.
Ia juga mengatakan selama ini komunikasi terkait pekerjaannya dengan presiden terjalin dengan baik. Presiden, diakuinya, tidak pernah mengeluhkan soal kinerjanya selama kurang lebih enam bulan menjabat.
"Saya serahkan ke presiden saja. Yang penting kami jalankan tugas dengan fokus saja," tandas Sudirman.
[rus/jpnn]
BERITA TERKAIT: