
Pollycarpus bisa dikatakan pintu gerbang utama untuk mengungkap siapa-siapa saja terlibat dalam pembunuhan aktivis HAM, Munir. Termasuk mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Hendropriyono.
Deputy Strategy and Mobilzation Departemen KontraS, Chrisbiantoro memaparkan, berdasarkan laporan tim pencari fakta disebutkan bahwa kasus Munir ini kejahatan sistematis. Maka dari itu, KontraS pun meyakini dengan bebasnya Pollycarpus menutup peluang tuntasnya kasus Munir.
"Tidak diperiksanya Hendropriyono karena tak mau menjadi saksi, usulan olah TKP di Bandara Cangi, serta saksi kunci juga tidak dihadirkan dan lainnya. Seharusnya harus dituntaskan," kata Chris kepada wartawan di kantor KontraS, Jakarta, Minggu (30/11).
KontraS juga mengkhawatirkan akan sulit mengembangkan aktor intelektualnya, yakni orang yang turut serta bersama Polly dalam menghabisi Munir
.[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: