Terbukti, Bangsa Indonesia Tidak Terkena "Kutukan Konstitusi"

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/aldi-gultom-1'>ALDI GULTOM</a>
LAPORAN: ALDI GULTOM
  • Senin, 20 Oktober 2014, 12:09 WIB
Terbukti, Bangsa Indonesia Tidak Terkena "Kutukan Konstitusi"
joko widodo/net
rmol news logo Masyarakat mesti bersyukur telah terjadi rekonsiliasi tidak langsung dalam acara pengambilan sumpah dan janji Presiden dan wakil Presiden hasil Pemilu 2014.

"Kita juga bangga bahwa bangsa kita bukanlah bangsa yang sering dibilang bangsa yang terkena kutukan konstitusi, di mana suksesinya selalu dipenuhi kebencian dan dendam," kata mantan staf khusus presiden, Andi Arief, kepada RMOL, Senin (20/10).

Hari ini, kata Andi, bangsa Indonesia bukanlah bangsa yang terkutuk itu, melainkan bangsa yang bisa melakukan suksesi dengan damai.

Andi mengucapkan terima kasih atas pengabdian Bapak SBY dan Boediono yang membuat Indonesia menjadi baru dan mengucapkan selamat bekerja juga untuk presiden pilihan rakyat Joko Widodo-Jusuf Kala.

"Meski pidato yang disampaikan hanyalah slogan dan jargon yang sangat mengecewakan, tetapi saya yakin nantinya akan dijawab oleh kerja seperti yang dijanjikan," kata dia.

Sidang pengambilan sumpah presiden dan wakil presiden baru di ruang rapat paripurna MPR RI berjalan lancar dan dihadiri oleh presiden dan wakil presiden yang berlalu, Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono.

Hadir pula mantan rival pasangan itu di Pilpres 2014, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Bahkan Prabowo mendapat apresiasi khusus dari Ketua MPR dan Jokowi dalam pidato awal jabatannya. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA