Politisi senior Partai Gerindra, Martin Hutabarat, mengatakan, semuanya terpatahkan dengan kehangatan Prabowo menerima kedatangan Jokowi ke rumah mendiang ayahnya di Jalan Kertanegara, kawasan Kebayoran Baru, kemarin.
"Karena itu, melihat kondusifnya kondisi politik akibat pertemuan kedua tokoh besar tersebut, saya menyerukan agar tingkat pengamanan di ibukota hari Senin mendatang (20 Oktober) diturunkan levelnya," ujar Martin kepada
RMOL, beberapa saat lalu.
Pengamanan yang berlapis-lapis sebaiknya dikurangi agar rakyat dapat merasakan kegembiraan dan ketenangan. Begitu juga puluhan panser dan peralatan berat tentara yang sudah ditempatkan di halaman dan pintu masuk Gedung DPR/MPR beberapa hari terakhir, sebaiknya ditarik.
"Tidak perlu lagi banyak panser dipasang di sana. Ini hanya mempermalukan kita yang menunjukkan seolah negara kita tidak aman di hadapan tamu-tamu, kepala-kepala negara yang datang menghadiri acara pelantikan Presiden Senin mendatang," tegas Martin.
Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, 24 ribu personel gabungan dari TNI dan Polri sudah disiapkan dengan baik untuk pelantikan Jokowi-JK. Seluruh prajurit juga sudah dalam keadaan siap siaga.
Sejumlah kendaraan tempur seperti Panser Anoa disiagakan di kawasan Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta.
[ald]