Dua Minggu Pertama Jabat Presiden, Jokowi Mau Naikkan Harga BBM Bersubsidi?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 17 Oktober 2014, 12:57 WIB
Dua Minggu Pertama Jabat Presiden, Jokowi Mau Naikkan Harga BBM Bersubsidi?
ilustrasi bbm/net
rmol news logo Presiden terpilih Joko Widodo yang akan dilantik awal pekan depan dikabarkan berencana meningkatkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan solar sekitar 50 persen pada bulan November, atau beberapa pekan setelah menduduki jabatannya yang baru.

Dengan mengutip pernyataan seorang penasihat Jokowi yang tak disebutkan namanya, Reuters pada Jumat (17/10) mengabarkan, langkah peningkatan harga BBM bersubsidi itu akan menyelamatkan anggaran pemerintah sekitar 156 triliun rupiah pada tahun depan.

Dalam pemberitaan itu disebutkan bahwa Jokowi berada di bawah tekanan untuk mengurangi defisit anggaran yang diwarisi oleh pemerintahan SBY.

Karena itulah Jokowi berencana menaikkan harga harga bensin dan solar sekitar 3.000 rupiah per liternya.

"Rencananya 1 November. Tapi nampaknya akan dilakukan dalam dua minggu pertama menjabat," kata penasihat itu.

Namun ia menyebut, rencana itu masih mungkin diubah Jokowi jelang menit-menit terakhir.

Penasihat itu menyebut, kenaikan harga tersebut akan diimbangi dengan pemberian bantuan sebesar 300 ribu rupiah pada tiap keluarga miskin pada kuarter pertama tahun 2016. Jokowi juga disebut akan mempertimbangkan apakah akan meningkatkan lagi harga BBM pada kuartal keempat tahun 2015.

Selain itu, 156 triliun rupiah anggaran negara yang diselematkan dari kenaikan harga BBM bersubsidi itu, masih kata penasihat Jokowi, akan digelontorkan bagi pembangunan sejumlah sektor seperti infrastruktur, pertanian, pendidikan, dan kesehatan. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA