Dengan mengutip pernyataan seorang penasihat Jokowi yang tak disebutkan namanya,
Reuters pada Jumat (17/10) mengabarkan, langkah peningkatan harga BBM bersubsidi itu akan menyelamatkan anggaran pemerintah sekitar 156 triliun rupiah pada tahun depan.
Dalam pemberitaan itu disebutkan bahwa Jokowi berada di bawah tekanan untuk mengurangi defisit anggaran yang diwarisi oleh pemerintahan SBY.
Karena itulah Jokowi berencana menaikkan harga harga bensin dan solar sekitar 3.000 rupiah per liternya.
"Rencananya 1 November. Tapi nampaknya akan dilakukan dalam dua minggu pertama menjabat," kata penasihat itu.
Namun ia menyebut, rencana itu masih mungkin diubah Jokowi jelang menit-menit terakhir.
Penasihat itu menyebut, kenaikan harga tersebut akan diimbangi dengan pemberian bantuan sebesar 300 ribu rupiah pada tiap keluarga miskin pada kuarter pertama tahun 2016. Jokowi juga disebut akan mempertimbangkan apakah akan meningkatkan lagi harga BBM pada kuartal keempat tahun 2015.
Selain itu, 156 triliun rupiah anggaran negara yang diselematkan dari kenaikan harga BBM bersubsidi itu, masih kata penasihat Jokowi, akan digelontorkan bagi pembangunan sejumlah sektor seperti infrastruktur, pertanian, pendidikan, dan kesehatan.
[mel]