"Minimal ada beberapa partai yang ditarik dari KMP sehingga akhirnya Koalisi Indonesia Hebat bisa mayoritas di DPR," kata peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Ardian Sopa kepada
RMOL, beberapa saat lalu (Minggu, 5/10).
Ardian berpandangan, Jokowi terancam menjadi
lame duck president atau pemerintahan yang lumpuh karena parlemen dikuasai pihak lain, jika hal itu tidak dilakukannya. Untuk itulah, Jokowi, lanjut dia, perlu menunjuk operator politik handal yang menjadi komando untuk lobi-lobi KIH.
"KMP bukan tembok baja yang sulit di tembus, tetapi perlu orang yang khusus untuk melakukan itu," jelasnya.
Ketiadaan komando di KIH, jelas dia, justru membuat elemen dari KMP yang mendekat tidak tahu arah. Keadaan ini praktis membuat KMP kian terlihat solid.
Kemarin (Sabtu, 4/10), Jokowi dalam kunjungannya di Boyolali, Jawa Tengah, menepis spekulasi yang berkembang bahwa dirinya masih akan membuka pintu koalisi terhadap parpol-parpol dari KMP.
"Tidak ada itu jatah-jatahan menteri untuk Koalisi Merah Putih. Siapa yang bilang ada jatah menteri?" ketus Jokowi menjawab wartawan
.[wid]