Partai Keadlilan Sejahtera (PKS) tidak mau ikut campur. Ketua DPP PKS, Aboe Bakar Al Habsy mengatakan, soal menteri itu hak perogratif presiden terpilih.
"Biarlah Jokowi menentukan siapa pembantunya sesuka hatinya," kata Aboe Bakar kepada redaksi, Rabu (17/9).
Memang, ungkap Aboe Bakar, sekarang publik banyak mempertanyakan janji kabinet ramping ala Jokowi yang selama ini dijanjikan.
Menurut Anggota Komisi III DPR ini, saat Jokowi menjanjikan perampingan kabinen untuk efisiensi, yang secara tidak langsung juga mengkritik postur kabinet sebelumnya.
"Saya dulu membayangkan hanya ada sekitar 24 pembantu presiden, namun ternyata posturnya sama saja seperti zaman sebelumnya dengan 34 kementerian," tandas Aboe Bakar.
[rus]