"Saya kira penghematannya tidak terlalu signifikan. Sebab, jumlah pegawai negeri sipil yang bekerja tetap sama dan gaji yang dikeluarkan tentu tidak jauh berbeda," ujar Saleh dalam pernyataan pers (Sabtu, 30/8).
Sebelumnya dikatakan Saleh, komposisi kabinet yang ada saat ini sebaiknya tidak dirombak oleh presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla. Alasannya, penambahan, pengurangan, atau penggabungan suatu departemen berpengaruh besar terhadap agresivitas kabinet. Selain itu memakan biaya yang tidak sedikit atau inefisiensi dalam penggunaan anggaran.
"Kalaupun ada agenda perombakan, hal itu semestinya harus dikarenakan pada kebutuhan pelaksanaan program pembangunan yang dijanjikan selama kampanye. Kalau tidak dirombak, misalnya, program itu tidak mungkin direalisasikan," kata Saleh.
Tetapi, kalau program-program itu masih bisa dititipkan kepada kementerian yang ada, sebaiknya program-program itu dititipkan saja.
"Jangan karena cuma mau berbeda, lalu ada perombakan. Kalau tidak betul-betul membawa perubahan signifikan bagi rakyat, ya percuma saja ada perombakan itu," tandas Saleh.
[ald]