PIDATO TERAKHIR SBY

Sikap Megawati yang Tidak Negarawan Juga Merugikan Negara

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/aldi-gultom-1'>ALDI GULTOM</a>
LAPORAN: ALDI GULTOM
  • Jumat, 15 Agustus 2014, 15:10 WIB
Sikap Megawati yang Tidak Negarawan Juga Merugikan Negara
megawati soekarnoputri/net
rmol news logo Seolah keras kepala dalam sikap permusuhannya, bekas Presiden RI, Megawati Soekarnoputri, tidak juga datang menghadiri pidato kenegaraan terakhir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di hadapan seluruh anggota DPR dan DPD RI.

Pakar politik, Arbi Sanit, berpendapat, sikap Mega yang tidak pernah mau menghadiri pidato kenegaraan Presiden SBY menunjukkan ketiadaan sikap negarawan dari Ketua Umum PDI Perjuangan itu. Mega lebih mengedepankan urusan pribadinya daripada kepentingan negara.

"Saya duga permusuhan dia dengan SBY sejak Pilpres 2004 belum selesai juga. Tampaknya Mega kecewa amat berat karena di pemilu 2004 dia dikalahkan telak oleh bekas anak buahnya," kata pengamat politik senior itu kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (15/8).

Menurut Arbi Sanit, kenegarawanan Mega semakin diragukan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Sikap tidak negarawan itulah yang membuat citra Mega terus merosot di mata rakyat Indonesia.

"Yang rugi adalah Mega dan akibatnya negara ini juga ikut rugi akibat sikapnya itu karena tidak ada rekonsiliasi untuk memberi jalan bagi pemerintahan baru yang lebih baik," tegas akademisi Universitas Indonesia itu.

Dia justru memberi nilai positif kepada SBY yang dalam beberapa kesempatan selama menjabat presiden, selalu membuka ruang komunikasi sebagai sesama tokoh nasional dengan Megawati. Terakhir, ketika SBY membela Mega dari tuduhan korupsi yang diumbar situs anti kerahasiaan negara, Wikileaks.

"Ajakan SBY itu tidak mempan. Mega lebih kedepankan kepentingan dirinya," sesal Arbi.

Sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-69, dibuka pukul 09.00 WIB. Sidang bersama dihadiri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boediono.

Mantan Presiden, BJ Habibie, tampak hadir. Beberapa tokoh nasional juga terlihat seperti Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan mantan Ketua DPR RI Akbar Tanjung. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA