Namun diingatkannya bahwa penambahan anggaran tidak otomatis menjamin suksesnya pendidikan. Yang penting, akses dan kualitas pendidikan harus terus terjamin di semua tingkatan.
SBY mengatakan, masalah besar yang selama ini dihadapi adalah banyaknya anak-anak dari keluarga miskin yang cerdas namun tidak mampu masuk perguruan tinggi. Untuk itu, pemerintah telah meluncurkan program inovatif Bidikmisi yang memberikan uang kuliah gratis, ditambah dengan uang saku sekitar Rp 600. 000 per bulan.
"Sampai saat ini, sudah lebih dari 220.000 siswa yang masuk dalam program Bidikmisi dan umumnya meraih prestasi akademisi dan non akademis yang mengagumkan," kata Presiden SBY saat pidato kenegaraan di sidang bersama parlemen di Senayan, Jakarta (Jumat, 15/8).
Bahkan, lanjut SBY, tidak jarang di antara siswa yang lulus dengan predikat cum laude, dengan IPK sempurna. Dia memberi contoh putri seorang tukang becak bernama Raeni yang jadi lulusan terbaik Universitas Negeri Semarang tahun 2014.
"Saya sempat terharu mendengar cerita anak pengemudi becak bernama Raeni yang ikut Bidikmisi dan berhasil lulus dari Universitas Negeri Semarang dengan IPK 3,96," ujarnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: