Pakar politik, Arbi Sanit, mengatakan, mulai sekarang sebaiknya Jokowi mengurangi peran menonjol Tim Transisi yang diisi Rini Soemarno, Anies Baswedan, Andi Widjajanto, Hasto Kristiyanto, dan Akbar Faizal.
"Biasanya di Amerika Serikat, tim transisi itu diangkat juga jadi menteri karena mereka lebih tahu persoalan dan mereka lebih kelihatan karyanya oleh presiden baru. Dalam kasus ini, sebaiknya itu tidak dilakukan," kata Arbi kepada
Rakyat Merdeka Online, Kamis (7/8).
Menurut dia, sosok mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan itu berkaitan dengan sifat ketidakjujuran dan ketiadaaan integritas. Nama Rini memang tak lepas dari beberapa skandal besar, seperti pembelian pesawat Sukhoi dari Rusia dan kasus BLBI.
Arbi Sanit juga menyatakan, posisi penting Rini itu tak lepas dari bayang-bayang Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, sehingga menguatkan tuduhan bahwa Jokowi hanya boneka dari Mega.
"Jokowi harus melokalisasi kekecewaan orang-orang dengan cara mengurangi peran penting Rini dan kawan-kawannya. Rini juga jangan menonjol, jangan seakan orang simpulkan bahwa semua kebijakan Jokowi merupakan langkah Rini," terangnya.
Dengan melakukan itu, Jokowi bisa mereduksi anggapan publik bahwa kebijakan-kebijakan Jokowi adalah hasil pengaruh kuat Megawati.
"Jokowi harus transparan bahwa Rini tidak mendominasi dalam penyusunan program dan pembentukan kabinet. Jokowi harus buktikan ke publik," tegasnya.
[ald]