"Soalnya ada suap, korupsi, dan macam-macam," ujarnya dalam dialog publik dengan tema "Mengungkap Sisi Gelap Sejarah Penjualan Indosat" yang dilangsungkan di Jakarta hari ini (Kamis, 26/6).
Menurut dia, saat dijual pada Desember 2012 Indosat sedang dalam kondisi yang sangat sehat. Total asetnya tumbuh dari Rp 7 triliun menjadi 22 triliun. Sementara oleh Mega dijual dengan Rp 5,7 triliun.
Saat dijual, Indosat juga memiliki jumlah pelanggan baru yang tinggi. SDM dan manajemen Indosat sangat profesional dan handal.
"Dari dulu sudah kita tolak tegas penjualan Indosat karena sampai hari ini banyak sekali persoalan kedaulatan negara di sana," katanya.
Chandra juga menyampaikan partainya sangat menyayangkan penjualan Indosat karena perusahaan itu memiliki frekuensi yang lebar dan orbit satelit yang luas di Indonesia.
Terkait niat capres dari PDIP Joko Widodo yang akan membeli kembali Indosat bila dirinya terpilih, Chandra tak yakin. Sebab selain tidak ada klausul soal itu dalam jual beli Indosat yang dilakukan Megawati sebagaimana pernah disampaikan mantan Menteri BUMN Sofyan Djalil, juga karena belum tentu STT mau menjualnya.
"Makanya ketika ada capres bilang akan buyback Indosat ya diketawain sama rakyat. Tidak bisa kita maksa mereka lepas seenaknya," tutup Chandra yang mengatakan saat ini saham pemerintah di Indosat hanya 14 persen.
[dem]
BERITA TERKAIT: