Anggota Timses Prabowo-Hatta Fahri Hamzah misalnya, menilai Kapolri semestinya tidak buru-buru menyimpulkan pertemuan tersebut bukan sebagai pertemuan politik dan tidak melanggar aturan.
"Urusan apa Kapolri bicara seperti itu. Harusnya investigasi dulu," kata Fahri kepada media tadi malam (Kamis, 12/6).
Fahri menyesalkan ketidakadilan perlakuan yang diterima Komjen Budi Gunawan dengan anggota Babinsa yang disebut-sebut mengajak warga untuk memilih pasangan capres-cawapres tertentu. Menurut Fahri, siapa anggota Babinsanya, siapa pelapor, siapa saksinya dan kapan peristiwanya terjadi kita semua tidak tahu. Tetapi karena pemberitaan yang masif anggota Babinsa itu dijatuhi hukuman.
"Sekarang kenapa jenderal bintang tiga, yang dianggap salah satu jendera kaya di republik ini, tidak ada hukuman. Kenapa pengaruh jenderal ini dianggap lebih kecil daripada Babinsa yang pangkatnya kopral satu," keluh Fahri.
Untuk itulah, Fahri mengatakan, salah satu tantangan terbesar kepemimpinan mendatang adalah menciptakan penegakan hukum berkeadilan. Hukum tidak boleh lagi hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas.
"Kalau menyangkut orang kecil digoreng-goreng terus sampai mati itu orang. Tapi kalau sudah menyangkut orang-orang kaya diamankan. Inilah tantangan hukum yang mesti kita perbaiki ke depa," demikian Fahri.
[dem]
BERITA TERKAIT: