"Saya sangat salut dan menghormati keputusan Prof Mahfud MD untuk menolak ikut audisi capres di Partai Demokrat. Bukan hanya karena sejak awal saya memang menyerukan demikian kepada beliau dan para pendukungnya, tetapi juga karena memang Mahfud MD akan jauh lebih baik menghindari hal-hal yang tidak perlu," kata Hikam dalam akun jejaring sosial miliknya,
mashikam.com, Kamis (29/8).
Audisi calon presiden yang digelar Partai Demokrat, menurut hemat Hikam, hanya akan menghasilkan para capres kelas dua atau kelas tiga. Mereka mungkin layak untuk jadi pendamping capres tetapi bukan capres yang layak dipilih untuk memimpin Indonesia yang saat ini sedang mengalami krisis multidimensi.
Mahfud MD, katanya, sama dengan Pak JK atau Jokowi di mana level elektabilitasnya masih lebih tinggi di atas sebagian besar peserta audisi seperti Endriartono Sutarto, Marzuki Alie, Pramono Edhie Wibowo, dan Anies Baswedan. Apalagi, kalau dibanding Gita Wirjawan, Irsan Noor, Ali Masykur Musa dan undangan audisi lainnya. Jadi, Mahfud MD sudah sangat realistis dan bermartabat menolak audisi Partai Demokrat.
"Lebih baik seluruh energi dan kemampuan dipergunakan untuk menggalang dukungan capres/cawapres dari parpol lain yang memiliki kekuatan jelas dan program yang layak disebut sebagai sebuah konvensi partai. Bukan hanya kontes audisi," pungkas Hikam.
[dem]