"Itu cuma penari latar, meramaikan, pemain figuran. Jadi, semacam ada sinetron pemilu ya," ujar pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens usai berdiskusi di restoran Galeri Cafe, Cikini, Jakarta, Rabu (28/8).
Dia menjelaskan, tokoh-tokoh seperti Joko Widodo, Prabowo Subiyanto, Megawati Soekarnoputri, dan Wiranto berpeluang besar tampil sebagai pemain utama dalam pilpres. Berbeda dengan capres yang lahir dari konvensi capres Demokrat.
Menurut Boni, mekanisme konvensi yang digelar Demokrat tak ubahnya upaya peningkatan citra partai dalam menghadapi pemilu.
"Tapi, menurut saya tidak mungkinlah, masyarakat makin kritis, pencitraan itu hanya jebakan batman. Orang kan tetap melihat pada hasil akhir, ini orang benar atau tidak," katanya.
Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) itu memastikan, dengan kondisi seperti sekarang ini, Partai Demokrat tidak akan meraih banyak perolehan suara di Pemilu 2014. Sebagai konsekuensinya Demokrat harus membangun koalisi dengan partai lain.
"Peserta konvensi itu adalah pekerja Partai Demokrat, jadi mereka dipekerjakan untuk mendongkrak elektabilitas. Jadi, mereka itu para peserta dibohongi masuk dalam jebakan batman. Siapapun yang menang konvensi nanti tidak akan bisa jadi calon presiden karena Demokrat tidak akan pernah menembus 20 persen, 10 persen saja tidak," jelas Boni.
[wid]
BERITA TERKAIT: