Hal itulah yang dialami salah seorang penumpang, Raidong Habibi Rambe, yang menjadi pengguna perdana jasa penerbangan Bandara Kualanamu yang baru diresmikan kemarin (Kamis, 25/7).
Menurut Habibi, Bandara Kualanamu memang sangat megah dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Utara. Namun pemerintah terlalu tergesa-gesa mengoperasikan bandara tersebut karena masih banyak kekurangan.
"Misalnya fasilitas penunjuk arah atau petugas informasi masih kurang lengkap. Ketika ditanya mereka saling lempar, akibatnya penumpang kebingungan," ujar Habibi kepada
Rakyat Merdeka Online menceritakan perjalanannya kemarin, Kamis (25/7).
Tidak hanya itu, akses transportasi dari Bandara Kualanamu masih minim. "Kereta Api memang ada, tapi kita harus menunggu berjam-jam hingga bosan," keluhnya.
Penumpang asal Labuhanbatu ini menambahkan, soal pengaturan parkir transportasi di Bandara juga belum teratur dengan baik.
"Parkir mobil dan motor masih campur, suka-suka mereka parkir. Di kawasan Bandara saja sudah macet. Intinya penerbangan tanggal 25 Juli jadi kelinci percobaan," tandas Habibi.
[rus]