Hal itu disampaikan Kepala Negara saat memberikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna terkait rencana aksi ekonomi mudik Lebaran di kantor Presiden, Jakarta, Pusat, Kamis siang (25/7).
"Kalau kita mengikuti perkembangan ekonomi global, pilar ekonomi Eropa sedang goyah. Simak perkembangan setiap harinya, ledakan pengangguran yang sangat besar. Tapi pilar Asia juga tengah mengalami masalah, yakni Tiongkok dan India. Pasti ekonomi kita terkena dampak," ujar SBY.
Ia juga meminta para menteri agar memiliki cara pandang yang jernih, rasional, dan tidak panik dalam menghadapi situasi ekonomi seperti ini. Situasi itu, kata dia, menimbulkan tantangan terhadap pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas harga di dalam negeri. Untuk itu, ia mengajak jajarannya meminimalisasi dampak ekonomi global.
"Semua terlibat, jangan menganggap ini urusan para Menteri di sektor ekonomi saja. Semua harus peduli, dan semua harus masuk ke wilayah ini," tekan SBY seperti dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet RI (
setkab.go.id).
Tambah SBY, sungguhpun kebijakan dan pengelolaan ekonomi Indonesia tetap akan ada permasalahan. Namun apalagi kebijakan dan langkah tindakan tidak tepat serta tidak cukup memgantisipasi, maka persoalan menjadi bertambah rumit.
Sidang kabinet paripurna itu, selain dihadiri oleh Wakil Presiden (Wapres) Boediono dan para menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, juga dihadiri oleh anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadaad.
[rus]
BERITA TERKAIT: