Tugas Polri Berat, SBY Ajak Rakyat Berterima Kasih

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 19 Juli 2013, 07:25 WIB
Tugas Polri Berat, SBY Ajak Rakyat Berterima Kasih
sby/net
rmol news logo Presiden SBY meminta masyarakat berterima kasih kepada aparat kepolisian atas tugas pelayanan dan pengamanan selama ini.

Permintaan itu disampaikan SBY saat menghadiri buka puasa bersama keluarga besar Kepolisian RI dan lembaga penegak hukum di Mabes Polri, Kamis (18/7). Bersama SBY Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono dan para menteri dan petinggi lembaga negara.

SBY mengingatkan jajaran kepolisian terhadap tugas berat yang saat ini tengah dihadapi, yakni memberikan pelayanan dan pengamanan kepada jutaan anggota masyarakat yang akan mudik Lebaran 2013. Tugas itu akan diemban selama kurang-lebih 17 hari. Para petugas Polri kepanasan kehujanan berhari-hari dan bahkan tidak sempat berhalal bil halal dengan keluarganya karena melaksanakan tugas negara.

"Oleh karena itulah di bulan suci Ramadan ini saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mengucapkan terima kasih kepada Polri kita," ujarnya seperti dilansir dari laman Sekretariat Kabinet RI.

Kepala Negara ini juga mengingatkan tugas Polri sekarang ini jauh lebih berat dibandingkan era masa lalu. "Is not an easy task bagi jajaran Polri. Mengapa? Karena Polri oleh konstitusi kita diharuskan melindungi , mengayomi dan melayani masyarakat. Sementara masyarakat kita telah jauh berkembang," terang SBY.

Masyarakat Indonesia kini, kata Presiden, menginginkan perlindungan, pengayoman dan pelayanan yang lebih banyak, dan lebih bermutu. Ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan dan perkembangan pesat sehingga meminta perhatian dan pengamanan lebih dari aparat kepolisian.

"Sebutlah mudik lebaran. Jutaan manusia, jutaan kendaraan harus dilayani dan diamankan oleh Polri. Dan banyak sekali corak kehidupan masyarakat yang berubah akibat pertumbuhan ekonomi pada satu setengah dasawarsa terakhir ini," katanya.

Selain itu, di era reformasi Polri harus mengemban tugas mengatasi ekses penggunaan kebebasan yang keliru. Konflik telah terjadi, termasuk kekerasan horisontal, banyak sekali yang terjadi di wilayah Indonesia. Polri, kata Presiden SBY, dituntut oleh negara, rakyat dan sejarah untuk mengemban tugas berat itu.

"Polri ditutut untuk mengemban tugas siang malam dimanapun ketika pranata hukum dan pranata sosial belum sepenuhnya terbentuk di negeri tercinta ini," tandas SBY. [rsn]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA