CPNS 2013

Penyandang Cacat, Putra/I Papua dan Atlet Dapat Formasi Khusus

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 18 Juli 2013, 08:28 WIB
Penyandang Cacat, Putra/I Papua dan Atlet Dapat Formasi Khusus
tes cpns/net
rmol news logo Sebanyak 295 instansi pemerintah akan menggelar seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2013, terdiri dari 68 kementerian/lembaga negara, 30 pemerintah propinsi dan 197 kabupaten/kota.

Pemerintah mengalokasi 325 formasi CPNS untuk penyandang cacat, dengan rincian untuk kementerian/lembaga negara 62 kursi dan untuk daerah 263 kursi. Selain itu untuk putra-putri potensial Papua disediakan 100 formasi dan untuk atlet-atlet dan pelarih berprestasi disediakan 140 formasi.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar mengatakan, pengumuman lowongan dijadwalkan akan dilakukan sehabis lebaran, atau sekitar minggu ketiga-keempat bulan Agustus 2013, yang dilanjutkan dengan pendaftaran. Sedangkan pelaksanaan tes akan dilakukan pada bulan Oktober sampai November

Pelaksanaan seleksi CPNS pelamar umum ini kata Azwar direncanakan menggunakan sistemcomputer assisted computer (CAT) yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Menurutnya, seleksi CPNS ini untuk kementerian/lembaga diprioritaskan pada jabatan pelaksana tugas pokok (core bussines), sedangkan untuk instansi daerah prioritasnya adalah tenaga pelayan dasar, seperti guru produktif, medis dan paramedik, dan jabatan teknis yang bersifat pro growth, pro job, dan pro poor.

Dalam Rapat koordinasi kebijakan penerimaan CPNS tahun 2013 di Kementerian PANRN kemarin (Rabu, 17/7) seperti dikutip dari setkab.go.id. Azwar Abubakar menegaskan reformasi sistem pengadaan CPNS dimaksudkan untuk memperoleh CPNS yang berkualitas dan kompeten sesuai tuntutan jabatan sebagai dasar pembentukan profesionalisme PNS.

Dalam hal ini. CPNS harus memiliki karakteristik pribadi selaku penyelenggara pelayanan publik. CPNS juga harus mampu berperan sebagai perekat NKRI, memiliki intelegensia tertentu yang dapat dikembangkan kapasitas dan kinerjanya, serta memiliki kompetensi sesuai tuntutan jabatan.

Juga bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat, khususnya generasi muda bahwa untuk menjadi PNS harus bertumpu pada kemampuan diri sendiri.

"Karena itu seleksi CPNS harus obyektif, transparan, kompetitif, bebas dari unsure KKN, serta tidak dipungut biaya," terang Azwar Abubakar.

Dalam seleksi berbasis kompetensi, selain ada tes kompetensi dasar (TKD), juga ada tes kompetensi bidang (TKB), sesuai kebutuhan jabatan. Untuk seleksi pelamar umum dilakukan dengan computer assisted test (CAT) yang difasilitasi oleh BKN, sedangkan seleksi untuk tenaga honorer kategori dua dilaksanakan test tulis dan lembar jawaban komputer (LJK).

Untuk tes tulis honorer, dilakukan oleh instansi masing-masing, namun soal, LJK dan pengolahan hasil LJK oleh Panitia Pengadaan CPNS Nasional dibantu konsorsium Perguruan Tinggi Negeri (PTN). [rsn]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA