"Ini terlampau berlebihan, karena selama ini mantan presiden dan wapres tetap dikawal walaupun dengan jumlah yang kecil dan tidak pernah terjadi insiden apa pun seperti pengawalan terhadap mantan presiden BJ Habibie, Almarhum Abdurahman Wahid (Gus Dur ) dan Megawati," kata aktivis Gerakan Indonesia Bersih, Ahmad Kasino, dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi beberapa saat lalu (Senin, 3/3).
Lagipula, tambah Kasino, sejauh ini publik belum pernah mendengar ada ancaman keamanan terhadap para mantan presiden dan wakil presiden. Kalau pembentukan grup ini muncul pada era SBY-Boediono, berarti ada sesuatu yang membuatnya terwujud dan akhirnya mengorbankan lagi anggaran negara untuk kepentingan yang kurang prioritas.
"Ini mengindikasikan bahwa SBY-Boediono khawatir terhadap keselamatan dirinya beserta keluarganya dan secara psikologi mereka terancam," ucap Kasino.
Ia menduga, SBY-Boediono bersama banyak pejabat lain merasa belum bersih dari banyak kasus besar seperti perkara korupsi Century, Hambalang dan beberapa kasus lain. Rezim ini khawatir terhadap keselamatan dirinya sendiri.
"Harusnya tidak perlu takut. Kalau kebijakan mereka selama ini pro terhadap rakyat, maka rakyat-lah yang akan melindungi mereka," tegas Kasino.
Ia memberi contoh Gus Dur yang setelah tidak menjabat sebagai Presiden dengan mudahnya berkeliling Indonesia tanpa pengawalan ketat. Gus Dur bisa berinteraksi dengan semua lapisan masyarakat seakan tanpa jarak.
"Negarawan tidak akan pernah takut ancaman terhadap dirinya. Negarawan selalu berdiri di atas cita-cita untuk kebaikan dan kemajuan bangsanya," tutup Kasino.
[ald]
BERITA TERKAIT: