Kabar duka tersebut beredar luas di kalangan insan sepak bola nasional melalui pesan singkat WhatsApp. Ucapan belasungkawa dan doa mengalir untuk almarhum.
"Turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya senior kita yang baik hati, Bang Dede Sulaeman. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, keikhlasan, dan kesabaran," demikian bunyi salah satu pesan yang diterima RMOL, sesaat lalu.
Dede Sulaeman merupakan salah satu pesepak bola terbaik Indonesia pada era 1970-an hingga 1980-an. Namanya dikenang luas setelah mencetak gol ke gawang Korea Selatan pada babak Pra-Piala Dunia 1986.
Lahir pada 8 Mei 1956, Dede dikenal sebagai striker andalan Tim Nasional Indonesia. Ia menjadi bagian dari skuad Garuda yang nyaris lolos ke Piala Dunia 1986 di Meksiko sebelum akhirnya dikalahkan Korea Selatan. Kelincahan dan ketajamannya di kotak penalti membuat Dede menjadi sosok yang disegani lawan.
Pada level kompetisi domestik, Dede tercatat sebagai top skor Galatama musim 1982-1983 dengan torehan 17 gol. Ia memutuskan pensiun di usia 30 tahun setelah memilih berkarier di Pertamina.
Sepanjang karier profesionalnya, Dede hanya membela dua klub yakni Persija Jakarta dan Indonesia Muda. Bersama Persija, ia sukses mempersembahkan gelar juara Piala Soeratin 1974 serta juara Perserikatan 1979. Setelah itu, Dede memperkuat Indonesia Muda, klub binaan Pertamina, hingga pensiun pada 1985.
Kepergian Dede Sulaeman meninggalkan duka mendalam sekaligus jejak prestasi yang tak terhapus dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Dalam pesan yang beredar disebutkan, Dede Sulaeman mengembuskan napas terakhir saat sedang bermain sepak bola di kawasan Bekasi. Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Komplek Pertamina Persahabatan, Jalan Nibung No. 5, Rawamangun, Jakarta Timur.
"Selamat jalan Dede Sulaeman. Ente, pemain bola tulen, sampai meninggal pun di lapangan bola. Tidurlah di rumah Tuhan," tulis Cocomeo Cacamarica, akun Facebook Yosep Erwin Yantoro.
BERITA TERKAIT: