Airbag atau kantung udara diharapkan bisa meminimalisasi risiko cedera untuk para pebalap saat mengalami crash. Nantinya, airbag harus menutupi dan meÂlindungi bagian bahu dan tulang selangka.
Soal airbag, Rossi mendukung penggunaannya. Menurut rider Yamaha itu, airbag sangat memÂbantu pebalap saat crash.
"Saya pikir sekitar tahun 2009, Dainese mulai mencoba (airbag) setelah studi panjang tapi saya tidak merasa nyaman di awal karena saya kehilangan beberapa pergerakan dan berat. Karena itu terlalu besar," kata the Doctor
"Tapi sejak saat itu mereka bisa memperbaikinya dan sekaÂrang saya tidak ingin masuk ke trek tanpa D-Air, karena tentu saat crash itu bisa banyak memÂbantu," tambahnya.
Sementara itu, Lorenzo menÂgaku sudah menggunakan airbag sejak 2016 meski tak selalu meÂmakainya. Sama seperti Rossi, pebalap Ducati itu juga menduÂkung penggunaan airbag.
"Saya ingin membantu Alpinestars membuat evolusi bagus, karena saya pikir ini pentÂing untuk keamanan pebalap dan saya pikir ini adalah hal yang bagus," Lorenzo menyatakan.
"Kami harus sedikit meninÂgkatkan kenyamanan karena ketika memakai airbag, bahu Anda sedikit kaku dan ini adalah sesuatu yang harus kami perÂbaiki, juga membuatnya lebih aman," tambahnya.
Aturan yang mewajibkan penggunaan airbag atau kantung udara ini sudah diputuskan sejak Oktober 2016. Pengguaan airbag diharapkan bisa meminimalÂisasi risiko cedera untuk para pebalap.
Lewat situs resminya, MotoGP menyebut bahwa airbag harus dikenakan oleh setiap rider permanen --kecuali pebalap wildcard-- di semua kelas baik di MotoGP, Moto2, dan Moto3 di setiap sesi. Sementara itu, pebalap pengganti tidak harus mengikuti aturan tersebut di dua balapan pertamanya saja.
Airbag harus menutupi dan melindungi paling tidak bagian bahu dan tulang selangka. Sementara itu, pelindung untuk bagian punggung tidak wajib. Namun, apabila produsen meÂmutuskan untuk memasang pelindung punggung, airbag harus menutupi semua bagian tulang belakang. ***
BERITA TERKAIT: