Pada saat pendaftaran, Jumat (5/1) lalu, Djamhuron didampingi sejumlah pendukung pemilik suara, di antaranya Masud Saleh (golf), El Harrys (bridge), Jamran (KONI Jakarta Utara), Soleh (KONI Jakarta Selatan, Susanto Hasni (hoki), Bowo (selam), dan beberapa cabor lainnya.
Tim Carateker KONI DKI Jakarta yang bertindak menjadi panitia penyelenggara Musorprovlub menyatakan 5 Januari batas terakhir penyerahan formulir pencalonan ketum KONI Provinsi DKI. Dari 16 bakal calon yang mengambil formulir, baru 3-4 orang saja yang sudah mengembalikan formulir.
"Saya maju karena memang banyak teman-teman yang mendukung. Mereka ingin olahraga DKI Jakarta harus cepat-cepat diselamatkan demi persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua. Karena kita sudah tertinggal dalam persiapan," kata Djamhuron.
Ketika ditanya sudah berapa suara pendukung yang terkumpul, Djamhuron tidak mau menyebutkan secara rinci.
"Tidak elok kalau kita mengumbar sudah sekian cabang olahraga yang mendukung. Tapi yang jelas sudah lebih dari syarat yang diinginkan cacateker untuk maju," ujar pensiunan jenderal bintang satu dari TNI AL ini.
Susanto Hasny yang membawa dua surat suara dari cabor hoki dan menembak untuk Djamhuron juga punya alasan tersendiri mendukung jagoannya. Menurut Hasny, Djamhuron orang yang sangat konsen mengurus olahraga.
"Untuk memimpin olahraga di Jakarta memang dibutuhkan orang yang serius, punya waktu, dan konsen pada tugasnya. Nah, kami dari Perbakin dan Hoki melihat itu ada pada sosok Pak Djamhuron. Selain itu, beliau juga sangat disiplin soal waktu. Jadi itu alasannya," ucap Hasny.
[wid]