Mayoritas kontrak pebalap pabrikan, termasuk Rossi dan Marquez, akan habis pada akhir musim 2018. Pernat yang punya pengalaman di paddock MotoGP selama 40 tahun mengklaim bakal terjadi perpindahan peÂbalap besar-besaran pada musim 2019.
"Bursa transfer pebalap untuk dua tahun ke depan akan dimulai pada Juli 2018. Marquez pindah ke Ducati atau KTM, Valentino di Yamaha sampai 2019, dan Vinales akan menggantikan Marc.Kontrak Rossi bersama Yamaha masih tersisa satu tahun. Namun, dia sudah meneken praÂkontrak dengan mendapat restu Carmelo Ezpeleta (
CEO Dorna Sports)," ujar Pernat.
Saat ini Rossi sudah berusia 38 tahun.
The Doctor pernah mengatakan keputusan dia penÂsiun atau meneruskan karier di MotoGP tergantung hasil pada musim 2018. Jika meneken kontrak baru, maka Rossi akan terus membalap hingga berusia 40 tahun.
Terkait Marquez, Pernat menÂgatakan juara dunia MotoGP 2017 itu sudah tak tahan lagi dengan performa motor Honda RC213V yang kalah cepat dari milik rival. Menurut Pernat, Marquez merebut dua gelar terakhirnya bukan karena Honda memiliki motor terbaik. Motor Honda tampak kompetitif berÂkat kemampuan Marquez yang luar biasa.
Pernat menambahkan keÂpindahan Marquez berpotensi menimbulkan efek domino. Kandidat terkuat pengganti Marquez di Honda menurut Pernat ialah Maverick Vinales.
Di sisi lain, MotoGP menÂjadi olahraga termahal di dunia. Perputaran uang yang terjadi dalam lomba kuda besi itu menÂcapai angka yang fantastis. Bahkan, untuk sekadar menanÂgani kecelakaan, biaya yang harus dikeluarkan sangat besar.
Untuk olahraga seperti MotoGP, kecelakaan menjadi sesuatu yang sangat akrab dan tidak bisa dielakan. Hampir di setiap seri yang berlangsung, selalu ada pembalap yang menÂgalami kecelakaan atau sekadar terjatuh. Apalagi jika balapan harus berlangsung di lintasan basah.
Kepala Teknik LCR Honda, Christophe Bourguignon, menÂgungkap sebuah fakta menarik yang menjadi bukti betapa mahalnya olahraga MotoGP. Dalam wawancara bersama
The Telegraph, ia mengungkapkan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan tim MotoGP.
"Kecelakaan bisa menghaÂbiskan antara 15.000 euro (Rp 236,3 juta) dan 100.000 euro (Rp 1,57 miliar). Kecelakaan yang hanya menghabiskan 2.000 euro (Rp 31,5 juta). Jika berunÂtung, kami hanya perlu mengÂganti beberapa bagian," kata Bourguignon. ***
BERITA TERKAIT: