Marcus/Kevin naik kelas menjadi
runner-up di turnamen
Korea Open Super Series 2017 dan juara di turnamen
Jepang Open Super Series 2017. Di final Korea Open, Marcus/Kevin dikalahkan Mathias Boe/Carsten Mogensen. Kekalahan ini berÂhasil dibalas Marcus/Kevin di semifinal Jepang Open dan kemudian melangkah menjadi juara.
Marcus/Kevin juga pernah bertengger di peringkat satu dunia sejak pertengahan Maret 2017 hingga pertengahan Juni 2017. Prestasi tersebut dicapai setelah menjuarai tiga turnamen kelas super series/super series premier secara beruntun yaitu
All England 2017, India Open dan Malaysia Open. Sayang, di Singapore Open, Marcus/Kevin dikalahkan Boe/Mogensen di babak final.
Tapi perlu dicatat pula, raihan tak kalah mentereng pun telah dikemas ganda Pelatnas besutan pelatih Herry Iman Pierngadi ini sepanjang 2016 lalu. Tercatat, tiga gelar level Super Series dan sebuah trofi level Grand Prix Gold juga mampu dikeÂmas Kevin/Marcus pada tahun 2016.
Alhasil, dengan koleksi juara itu pundi-pundi dari Kevin/Marcus pun kian tebal, buah dari kucuran
prize money yang diterima keduanya. Jika ditotal, rupanya jumlah prize money yang telah mereka kumÂpulkan selama 2016 hingga akhir September 2017, menjadi sebuah nominal nilai yang cuÂkup fantastis, yakni tak kurang dari Rp 1,75 miliar.
Angka tersebut, tidak terÂmasuk sejumlah bonus yang mereka terima dari PBSI, klub serta sponsor. Khusus Kevin, masih ada juga
prize money hasil juara Indonesian Masters Grand Prix Gold 2016 bersama Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira seÂnilai 4740 dolar AS atau Rp 64 juta.
Performa Marcus/Kevin semÂpat menurun karena cedera bahu Kevin. Mereka pun harus kalah di babak pertama di turÂnamen Indonesia
Open Super Series Premier 2017. Peringkat Marcus/Kevin sempat tergusur ke posisi tiga dunia.
Keduanya kembali ke track untuk menjadi raja di sektor ganda putra. Beberapa turnaÂmen kelas SS/SSP yang ditutup dengan Super Series Final 2017 di Dubai menjadi target Marcus/ Kevin ke depannya. ***
BERITA TERKAIT: