Hasil ini jauh dari harapan, terÂutama karena mereka langsung berlaga disemifinal. Fitriani, seÂbagai pemain tunggal, menyerah pada Soniia Cheah dengan skor 17-21, 17-21.
"Saya mencoba menerapkan pola permainan saya, namun
finishing saya kurang bagus bahkan sering mati sendiri. Saya juga terbawa permainan cepat lawan," kata dia.
Tertinggal 0-1, Indonesia berpeluang mengejar ketertinggalan dari ganda Rosyita Eka Putri/ Ni Ketut Mahadewi. Namun, pasangan ini harus mengakhiri pertandingan lebih cepat karena cedera saat posisi 5-7 dari Vivian Hoo/Woon Khe Wei. Adalah Rosyita yang harus dipapah untuk keluar lapangan setelah mengaÂlami cedera lutut kirinya.
Dengan mundurnya pasangan Rosyita/Ketut maka Indonesia tertinggal 0-2 dari lawan. Hanna Ramadini sebenarnya berpeluang untuk mengejar ketertingÂgalan. Namun, lagi-lagi tunggal kedua Indonesia itu belum bisa bermain maksimal karena diÂhadang Goh Jin Wei dengan skor 16-21 dan 13-21.
Meski kalah pada nomor tim, atlet bulu tangkis putri Indonesia tetap masih berpeluang meraih medali karena bakal turun di noÂmor perseorangan SEA Games 2017.
Di nomor beregu putra, Indonesia melaju ke babak final setelah Berry Angriawan/Hardianto sukses mengalahkan pasangan Thailand, Kittinupong Kedren/ Dechapol Puabvaranukroh 27-25, 21-9. Hasil ini memÂbuat Indonesia unggul 3-1 atas Thailand. Dua kemenangan lainnya masing-masing oleh Jonatan Christie atas Khosit Phetrabad (21-6, 21-8) dan Ihsan Maulana Mustofa atas Suppanyu Avihingsanon dengan skor 21-15, 21-14.
Dari nomor atletik, Maria Natalia Londa berhasi menyumbangkan medali perak pada noÂmor lompat jangkit SEA Games 2017 dengan catatan 13,52 meter di Stadiun Bukit Jalil, Kuala Lumpur, kemarin.
Maria kalah dari atlet Vietnam, Vu Thi Men yang memÂbukukan lompatan 14,15 dan berhak meraih medali emas. Sedangkan perunggu diraih Thailand, atas nama Pariya Chuaimaroeng dengan catatan 13,32 meter. ***
BERITA TERKAIT: