Sebelumnya dia membidik prestasi yang tinggi karena ingin membuktikan bahwa kariernya belum habis. Tapi, rencana itu gagal total setelah dia kalah dua set dari pebulutangkis non unggulan asal Singapura, Derek Wong, 22-24, dan 16-21.
“Saya kurang konsentrasi di laga ini. Habis memukul bola, saya seperti blank dan hilang fokus. Saya kalah cepat dan sering kaget menerima pengembalian lawan. Tidak mengira kalau berlangsung seperti ini,†katanya.
“Saat-saat kritis di set pertama, malah banyak servis tanggung. Sementara lawan bisa mengantisipasi. Saya kecewa dan harus introspeksi diri serta memikirkan bagaimana selanjutnya,†beber Sony.
Sedangkan bagi Simon, Manajer Tim Indonesia, Rexy Mainaky mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi kondisinya. Simon tersingkir oleh wakil Taiwan, Hsu Jen Hao, di babak pertama dalam laga tiga set, 21-11, 14-21, dan 20-22.
“Sangat disayangkan, padahal dia punya kans besar untuk menang. Dia mengatakan ada pukulan yang masih dicoba-coba, tidak bisa seperti itu. Simon pengalamannya lebih dari Tommy dan Tommy bisa tampil lebih matang,†ungkap Rexy.
‘Kalau masalah lama tidak bertanding, Lin Dan juga begitu, tapi dia bisa. Simon juga pemain berpengalaman, dia juara di turnamen superseries premier, jadi tidak boleh hal begini dijadikan alasan. Akan ada evaluasi untuk Simon,†kata bekas pemain ganda nasional itu.
Kasubid Pelatnas Ricky Soebagdja juga menuturkan jika Simon tidak tampil serius pada laga itu. “Permainan Simon sangat monoton, banyak sekali melakukan kesalahan.
Tidak seharusnya Simon kalah. Semangat juang Simon juga kurang. Tidak masalah cederanya, tapi memang penampilannya sangat underperform dan ini akan menjadi bahan evaluasi untuk ke depannya,†katanya.
Sony (29) merupakan anggota klub Suryanaga Surabaya. Prestasi tertingginya saat ini adalah peraih medali perunggu Olimpiade Athena 2004, dan runner up Kejuaraan Dunia 2007.Sedang di ajang SEA Games dia pernah meraih medali emas tunggal putra pada 2005 dan 2007. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: